Not boot Kernel 5 – Fedora 30

Hi sobat pembaca,

Kali ini saya akan membahas mengenai kernel 5.x yang tidak terbaca ketika boot grub dan kernel kita diupgrade. Contoh kita sudah baca hal ini melalui berbagai website sebagai berikut :

https://fedoraproject.org/wiki/Kernel_Vanilla_Repositories

Upgrading Fedora 29 to Fedora 30

Para sobat pembaca yang menggunakan fedora pasti menemukan kemudahan ketika upgrade dari versi 29 ke 30, tetapi ketika kita check seharusnya kernelnya 4.x juga sudah menggunakan versi 5.x, tapi ketika boot grub kernel 5 tidak dapat terbaca alhasil tetap menggunakan kernel ver 4.x.

Berikut cara yang sobat pembaca di sini lakukan :

[fandikurnia@cc-fandikurnia ~]$ sudo su
[root@cc-fandikurnia fandikurnia]# vim /etc/default/grub

isinya adalah

GRUB_TIMEOUT=5
GRUB_DISTRIBUTOR=”$(sed ‘s, release .*$,,g’ /etc/system-release)”
GRUB_DEFAULT=saved
GRUB_DISABLE_SUBMENU=true
GRUB_TERMINAL_OUTPUT=”console”
#GRUB_CMDLINE_LINUX=”rd.lvm.lv=fedora/root rd.lvm.lv=fedora/swap rhgb quiet resume=/dev/mapper/fedora-swap”
GRUB_CMDLINE_LINUX=”rd.lvm.lv=fedora/root rd.lvm.lv=fedora/swap rhgb quiet resume=/run/media/fandikurnia/291ac743-9102-4c68-8a38-b068b6d65db6/swapfile”
GRUB_DISABLE_RECOVERY=”true”
#GRUB_ENABLE_BLSCFG=true   <====== “COMMENT BAGIAN INI”
GRUB_ENABLE_BLSCFG=false

true adalah dalam kendaan tidak normal, sedangkan false dalam keadaan bekerja. Setelah melakukan chrooting di dalam vm yang tidak normal seperti rootfs yang dijelaskan, serta melakukan perubahaan /etc/default/grub untuk disable BLS, kemudian jalankan

root@cc-fandikurnia fandikurnia]# grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg

hasilnya adalah sebagai berikut :

Generating grub configuration file …
Found linux image: /boot/vmlinuz-5.2.0-0.rc0.git9.1.vanilla.knurd.1.fc30.x86_64
Found initrd image: /boot/initramfs-5.2.0-0.rc0.git9.1.vanilla.knurd.1.fc30.x86_64.img
Found linux image: /boot/vmlinuz-5.1.15-350.vanilla.knurd.1.fc30.x86_64
Found initrd image: /boot/initramfs-5.1.15-350.vanilla.knurd.1.fc30.x86_64.img
Found linux image: /boot/vmlinuz-4.19.13-300.fc29.x86_64
Found initrd image: /boot/initramfs-4.19.13-300.fc29.x86_64.img
Found linux image: /boot/vmlinuz-0-rescue-938b0a789e4d46f3ad9bb682fa9563a7
Found initrd image: /boot/initramfs-0-rescue-938b0a789e4d46f3ad9bb682fa9563a7.img
Found Windows 10 on /dev/sdb1
done

Kemudian, reboot laptop/server/komputer, masalah tersebut akan terselesaikan.

 

Salam

 

Administrator

Advertisements

Linux Essential Part 1

Berikut ini Linux Essentials command :

whoami : menampilkan user yang saat ini login.

su : subtitute user, change to another user account on the system

exit : leave a sheel environment that you are logged in to

 

init 6 : Legacy command for rebooting a system

init 0 : legacy command for shutting a system down

halt,poweroff : shutdown (halts) a system

shutdown : can be used to poweroff, reboot or stop a pending shutdown request

top – interactively display top running process on system.

 

Thanks

 

Hobi baru saya : Sepatu (shoes)

Ntah kenapa, belakangan suka sekali sama sepatu.  Mungkin karena Belum bisa beli barang-barang mewah seperti mobil, motor baru, PS 4, atau barang mewah lainnya dan pengeluaran saya – sebagian saya sisihkan ke hal-hal ini seperti sepatu.

Karena setiap langkah pagi, siang, sore, dan malam selalu bersama sepatu-sepatu tersebut.

Awalnya : setiap saya beli sepatu biasanya di Block G (tanah Abang), lokasinya di lantai 2 – dan selalu beli sepatu di bawah 200.000 (dua ratus ribu), maklum saya salah satu orang dengan daya beli yang rendah dari 250 juta orang Indonesia.

Coba untuk hidup sehat belakangan saya mulai merasakan bahwa sepatu sangat membantu saya ketika sedang berjalan dan saya merasakan kenyamanan sepatu tersebut (Reebok Pheehan dan z lite 2) – Yeezy versi petani belum dicoba selain ditempat tukang sepatu jadi belum bisa bilang ini nyaman secara ini juga versi pak tani.

Adidas Yeezy 350 (versi petani)

adidas-yeezy-350-boost-v2-beluga-solar-red-05

Reebook Pheehan Run 4.0 Slate / Cool / Navy / Wild Blue Shoes & Sport Shoes

 

Buy Reebok Pheehan Run 4 0 SlateColl NavyWild Blue Blue Shoes Men 53279-03

Reebok Z lite 2.0

81v+s6rBB0L._UX395_

Sepatu Istri

puma carson mesh womens

Loust.io

Saya coba bahas apa dan kenapa  si lotust.io, untuk versi bahasa inggrisnya adalah sebagai berikut :

setelah dari url dan link-link yang saya berikan, berikut installnya cukup menyebalkan akan banyak error ketika saya melakukan instalasi Locust ini, benar-benar menyebalkan locust ini walaupun fiturnya bagus dan untuk system admin seperti saya yang biasa menggunakan siege, apache benchmark, jmeter hal ini memang menyebalkan, karena harus menggunakan python– ingat python.

Jadi Locust adalah sistem terbuka untuk load testing, kita musti agak paham basic python, kalau saya walaupun gak ngerti yang penting copas  ^ ^ kemudian kita bisa menjalankan dengan secara bersamaan jutaan user. WOW Jutaan saya sendiri belum pernah coba sampai simulasi jutaan :D.

hal-hal dasar dari locust ini adalah :

  • User load test ini dalam code. (Pyton pastinya)
  • Kita bisa distribusikan dan scalable (meningkat).
  • Terbukti dan sudah dites.

Contoh code :

Fitur dasar dari locust ini adalah mendeskripsikan segala hal yang ingin ditest dalam python. tidak perlu XML, hanya kode python

  • Simple code : file name locustfile.py

 

from locust import HttpLocust, TaskSet, task

class WebsiteTasks(TaskSet):
    def on_start(self):
        self.client.post("/login", {
            "username": "test_user",
            "password": ""
        })
    
    @task
    def index(self):
        self.client.get("/")
        
    @task
    def about(self):
        self.client.get("/about/")

class WebsiteUser(HttpLocust):
    task_set = WebsiteTasks
    min_wait = 5000
    max_wait = 15000
  • With HTML Parsing
# This locust test script example will simulate a user 
# browsing the Locust documentation on http://docs.locust.io

import random
from locust import HttpLocust, TaskSet, task
from pyquery import PyQuery


class BrowseDocumentation(TaskSet):
    def on_start(self):
        # assume all users arrive at the index page
        self.index_page()
        self.urls_on_current_page = self.toc_urls
    
    @task(10)
    def index_page(self):
        r = self.client.get("/")
        pq = PyQuery(r.content)
        link_elements = pq(".toctree-wrapper a.internal")
        self.toc_urls = [
            l.attrib["href"] for l in link_elements
        ]
    
    @task(50)
    def load_page(self, url=None):
        url = random.choice(self.toc_urls)
        r = self.client.get(url)
        pq = PyQuery(r.content)
        link_elements = pq("a.internal")
        self.urls_on_current_page = [
            l.attrib["href"] for l in link_elements
        ]
    
    @task(30)
    def load_sub_page(self):
        url = random.choice(self.urls_on_current_page)
        r = self.client.get(url)


class AwesomeUser(HttpLocust):
    task_set = BrowseDocumentation
    host = "http://docs.locust.io/en/latest/"
    
    # we assume someone who is browsing the Locust docs, 
    # generally has a quite long waiting time (between 
    # 20 and 600 seconds), since there's a bunch of text 
    # on each page
    min_wait = 20  * 1000
    max_wait = 600 * 1000
  •  Nested TaskSets
# An example on how to nest tasksets

from locust import HttpLocust, TaskSet, task

class ForumPage(TaskSet):
    pass

class AboutPage(TaskSet):
    pass
    

class WebsiteTasks(TaskSet):
    # We specify sub TaskSets using the tasks dict
    tasks = {
        ForumPage: 20,
        AboutPage: 10,
    }
    
    # We can use the @task decorator as well as the  
    # tasks dict in the same TaskSet
    @task(10)
    def index(self):
        pass

class WebsiteUser(HttpLocust):
    task_set = WebsiteTasks
    min_wait = 5000
    max_wait = 15000

cara menjalankan locust adalah sebagai berikut :

locust -f locustfile.py

hasilnya locust ke salah satu website media di indonesia yang lagi test dengan simple code locust adalah sebagai berikut :

locustio

Salam

 

Fandi Kurnia

Cloud Administartor

MCP, MS (Azure 70-533),  Ethernet certificate Mellanox.

Berusaha menulis

Hi,

Saya berusaha menulis kembali, setelah sekian lama tidak melakukan blog berharap di blog ini akan banyak tulisan yang bisa dikaryakan untuk rekan-rekan semua yang membaca.

Blog saya yang dulu adalah fandikurnia.comyr.com, blog yang menjelaskan mengenai tulisan-tulisan semasa kuliah, tugas-tugas kuliah, dan ketika awal-awal bekerja disalah satu bank swasta di Indonesia (PT Bank Sinarmas) sebagai sistem administrator.

Sekarang, tetap menjadi sistem administrator yang banyak memberikan solusi dan implementasi project di salah satu ISP terbesar di Indonesia.

Entah nanti kemana lagi :), berharap suatu saat bisa berkarya melalui pengalaman, ide-ide sendiri membangun startup sendiri.

Salam

 

Fandi kurnia